10 Muharram 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Sesuai Kalender Resmi

Diterbitkan pada :

Kontributor : Putri Safira




Berdasarkan ketetapan resmi Kemenag RI dan PBNU, tanggal 10 Muharram 2025 jatuh pada hari Minggu, 6 Juli 2025. Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkannya secara mandiri sehari lebih awal, yaitu pada hari Sabtu, 5 Juli 2025, berdasarkan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal.

Catatan Redaksi: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan inspirasi. Penerapan tips dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan masing-masing.

  • Pemerintah dan NU menetapkan 10 Muharram 1447 H jatuh pada hari Minggu, 6 Juli 2025.
  • Muhammadiyah menetapkan Hari Asyura 2025 jatuh pada hari Sabtu, 5 Juli 2025.
  • Puasa Asyura berhukum sunnah muakkadah dengan keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu.
  • Amalan utama lainnya meliputi Puasa Tasu’a, menyantuni anak yatim, dan membaca Doa Asyura.

Kalender Lengkap dan Perbedaan Jadwal Hari Asyura 10 Muharram 2025

Perayaan hari besar Islam di Indonesia sering kali diwarnai oleh keberagaman metode penentuan awal bulan lunar. Dinamika ini menuntut kaum terpelajar untuk memahami dasar hukum dari masing-masing metode agar ibadah tetap berjalan khusyuk.

Analisis Perbedaan 10 Muharram Pemerintah dan Muhammadiyah

Pergeseran tanggal di internal umat Islam Indonesia terjadi karena perbedaan prinsip kriteria penanggalan yang dianut oleh masing-masing institusi keagamaan. Hal ini berimbas langsung pada penentuan tanggal puasa sunnah Asyura.

  • Mengacu kriteria MABIMS, Pemerintah dan Nahdlatul Ulama menetapkan 1 Muharram 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025 setelah mempertimbangkan posisi hilal terendah.
  • Mematuhi kriteria KHGT, Muhammadiyah memulai awal tahun baru Islam 1448 H lebih cepat yaitu pada Kamis, 26 Juni 2025 melalui perhitungan koordinat global tunggal.
  • Mengikuti konsekuensi logis, warga Muhammadiyah melaksanakan puasa pada Sabtu, sedangkan umat Islam versi pemerintah melaksanakannya pada hari Minggu.

Panduan Waktu dan Bacaan Doa Asyura Latin

Keabsahan pelaksanaan ibadah sunnah di bulan Allah (Syahrullah) ini dimulai dari kemantapan niat serta kesungguhan dalam berdoa. Berikut adalah panduan membaca niat dan doa yang bisa diamalkan:

  • Membaca niat puasa Asyura secara lisan atau di dalam hati sebelum fajar: Nawaitu shauma ‘aasyura sunnatan lillaahi ta’aalaa yang berarti “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”
  • Melaksanakan puasa Tasu’a sehari sebelum Hari Asyura sebagai metode khusus untuk membedakan diri dari ritual keagamaan kaum Yahudi kuno.
  • Melafalkan doa perlindungan khusus setelah Maghrib, diawali dengan zikir Hasbunallaah wani’mal wakiil ni’mal maulaa wani’man nashiir sebanyak 70 kali demi memohon keselamatan sepanjang tahun.
Baca Juga :  10 Muharram 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puasa Asyura yang Tepat

Fakta Teologis di Balik Peristiwa Bersejarah Hari Asyura

Di tengah masyarakat sering berkembang narasi lisan yang mengeklaim bahwa seluruh mukjizat besar para nabi terjadi tepat pada tanggal 10 Suro atau Asyura. Sebagai umat Muslim yang bijak, kita wajib melakukan verifikasi berbasis riwayat hadis yang otentik agar terhindar dari kekeliruan akidah.

Meluruskan dasar hadits sahih adalah benteng utama menjaga kemurnian akidah umat dari tradisi lisan yang tidak berdasar.

Berdasarkan penelusuran draf hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, peristiwa besar yang valid terjadi pada tanggal 10 Muharram adalah penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran pasukan Firaun melalui pembelahan Laut Merah. Adapun kisah tentang selamatnya Nabi Ibrahim AS dari api Namrud atau keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan, sebagian besar bersumber dari kitab ulama terdahulu namun belum memiliki sanad hadis sahih yang secara tegas menunjuk tanggal tersebut.

Perbandingan Manifes Penanggalan 10 Muharram 2025

Integrasi data kalender sangat dibutuhkan untuk mempermudah masyarakat dalam merencanakan cuti tahunan dan agenda ibadah keluarga. Berikut adalah tabel komparasi konversi penanggalan resmi di Indonesia.

Otoritas / Ormas IslamTanggal 1 Muharram 1447 HJadwal Puasa Tasu’a (9 Muharram)Hari Asyura (10 Muharram 2025)
Kemenag RI (Pemerintah)Jumat, 27 Juni 2025Sabtu, 5 Juli 2025Minggu, 6 Juli 2025
Nahdlatul Ulama (NU)Jumat, 27 Juni 2025Sabtu, 5 Juli 2025Minggu, 6 Juli 2025
MuhammadiyahKamis, 26 Juni 2025Jumat, 4 Juli 2025Sabtu, 5 Juli 2025

Esensi Inti Kebersamaan di Bulan Allah

Momentum 10 Muharram atau Hari Asyura merupakan cerminan spiritualitas yang mengajarkan umat Muslim tentang arti ketekunan, rasa syukur, dan solidaritas sosial. Peluang peluruhan dosa selama setahun yang lalu melalui puasa sunnah merupakan manifestasi kasih sayang Allah SWT yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Selain ibadah ritual, menghidupkan hari ini dengan memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim secara ikhlas akan memperkokoh tatanan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Puasa di Bulan Muharram Tanggal Berapa Saja? Catat Kalender Sunnah Resmi 2026

Kami memandang bahwa adanya perbedaan penentuan tanggal di Indonesia merupakan berkah keberagaman yang harus disikapi dengan kedewasaan beragama yang tinggi. Menurut pengalaman Kami, keabsahan pahala ibadah sunnah tidak akan berkurang selama didasari oleh niat yang tulus dan kepatuhan terhadap ijtihad ulama yang diikuti. Oleh karena itu, Kami menyarankan Anda untuk fokus pada pengoptimalan amalan kebaikan serta menjaga keharmonisan hubungan antarsesama di awal tahun Hijriah ini.

Sumber Referensi

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

10 Muharram 2025 jatuh pada tanggal berapa menurut pemerintah?

Berdasarkan Kalender Hijriah resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, tanggal 10 Muharram 2025 jatuh pada hari Minggu, 6 Juli 2025.

Kapan warga Muhammadiyah melaksanakan Puasa Asyura 2025?

Warga Muhammadiyah melaksanakan Puasa Asyura pada hari Sabtu, 5 Juli 2025, menyusul ketetapan awal Muharram yang mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal.

Apa keutamaan utama dari pengerjaan Puasa Asyura?

Keutamaan utama Puasa Asyura berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim adalah dapat menjadi wasilah untuk menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan selama satu tahun sebelumnya.

Apakah boleh membaca doa Asyura di siang hari?

Doa Asyura lebih utama dibaca pada malam hari selepas salat Maghrib, namun tidak ada larangan untuk melafalkannya di siang hari sebagai bentuk zikir perlindungan diri.

Kalender365

Penulis Putri Safira

Bio : Influencer Penggerak untuk Tepat Waktu Nasional.