Hari Raya Galungan Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Lengkap Tradisi 2026

Diterbitkan pada :

Kontributor : Putri Safira




Hari raya galungan jatuh pada tanggal Rabu, 17 Juni 2026 berdasarkan perhitungan kalender Bali (Budha Kliwon Dungulan). Hari suci terpenting umat Hindu ini dirayakan setiap 210 hari sekali untuk memperingati kemenangan mutlak Dharma (kebajikan) atas Adharma (kejahatan).

Catatan Redaksi: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan inspirasi. Penerapan tips dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan masing-masing.

Key Takeaways

  • Puncak Galungan 2026: Jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026, yang dirayakan oleh umat Hindu sedharma.
  • Siklus Perayaan: Berlangsung setiap 210 hari sekali berdasarkan perhitungan wuku Dungulan dalam kalender Pawukon Bali.
  • Rangkaian Terdekat: Diikuti langsung oleh perayaan Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu, 27 Juni 2026.
  • Esensi Spiritual: Menjadi momentum penyucian diri (Bhuana Alit), lingkungan (Bhuana Agung), serta pengendalian hawa nafsu.

Rangkaian Upacara dan Ritus Tradisi Menjelang Galungan 2026

Siklus upacara keagamaan Hindu Bali menuntut persiapan fisik dan batin yang matang melalui beberapa tahapan ritus suci. Memahami urutan penanggalan membantu umat dan masyarakat dalam menyusun agenda peribadatan secara khidmat.

Garis Waktu Tradisi dan Rangkaian Hari Raya Galungan 2026

  • Merayakan Tumpek Wariga: Berlangsung 25 hari sebelum Galungan untuk memuja Sang Hyang Sangkara sebagai pelindung tumbuh-tumbuhan melalui haturan sesaji bubur sumsum beraneka warna.
  • Menunaikan Sugihan Jawa: Dilaksanakan pada Kamis Wage wuku Sungsang (11 Juni 2026) dengan tujuan menyucikan alam semesta di luar diri manusia (Bhuana Agung) lewat upacara Mererebu di pekarangan rumah dan pura.
  • Melaksanakan Sugihan Bali: Berlangsung pada Jumat Kliwon wuku Sungsang (12 Juni 2026) sebagai simbol pembersihan fisik, jiwa, dan raga diri sendiri (Bhuana Alit) dengan memohon Tirta Gocara.
  • Mengekang Diri di Hari Penyekeban: Jatuh pada Minggu Pahing wuku Dungulan yang bermakna filosofis untuk mengekang indra (nyekeb indriya) dari segala godaan negatif.
  • Memantapkan Iman di Hari Penyajaan: Dilaksanakan pada Senin Pon wuku Dungulan untuk memperteguh keseriusan diri dalam menyongsong hari raya dari ujian Sang Bhuta Dungulan.
  • Menyambut Leluhur di Hari Penampahan: Berlangsung pada Selasa Wage wuku Dungulan (16 Juni 2026) yang ditandai dengan pembuatan penjor bambu melengkung serta penyembelihan babi guna mematikan sifat kebinatangan.
  • Menjalankan Sembahyang Puncak Galungan: Dilaksanakan pada Rabu Kliwon Dungulan (17 Juni 2026) sejak pagi hari di merajan keluarga hingga pura sekitar, dilanjutkan tradisi mudik ke daerah asal.
  • Melakukan Dharma Santi di Umanis Galungan: Berlangsung pada Kamis Umanis dengan saling mengunjungi kerabat, rekreasi, serta pementasan tradisi ngelawang barong oleh anak-anak untuk mengusir aura negatif.
  • Menghormati Leluhur di Hari Pemaridan Guru dan Ulihan: Memohon waranugraha pada Sabtu Pon wuku Galungan dan mengantar kembalinya para dewa serta leluhur ke kahyangan pada Minggu Wage wuku Kuningan.
  • Memperteguh Iman di Hari Pemacekan Agung: Jatuh pada Senin Kliwon wuku Kuningan sebagai simbol keteguhan iman yang kokoh setelah melewati berbagai godaan sepanjang perayaan.
  • Mengakhiri Siklus di Hari Pegat Wakan: Ditunaikan sebulan setelah Galungan (Rabu Kliwon wuku Pahang) melalui persembahyangan akhir dan mencabut serta membakar penjor hias.
Baca Juga :  Galungan 2026 Tanggal Berapa Kapan Hari Raya Galungan

Sejarah dan Mitos Filosofis di Balik Kemenangan Dharma

Berdasarkan catatan tarikh kuno, perayaan Galungan pertama kali terdokumentasi pada malam bulan purnama tanggal 15, tahun Saka 804 atau tahun 882 Masehi. Tradisi suci ini sempat terhenti sebelum akhirnya dihidupkan kembali secara konsisten oleh Raja Sri Jayakasunu demi menjaga ketenteraman spiritual pulau.

Dalam esensi mitologi Hindu Bali, hari suci ini merekam kronik pertempuran kosmis antara Ida Bhatara Indra melawan raksasa Mayadenawa yang angkuh. Mayadenawa melarang masyarakat menyembah dewa-dewa dan memaksa mereka untuk menyembah dirinya sendiri, hingga akhirnya ia berhasil ditumpas oleh kesaktian Dewa Indra di medan laga yang terjal.

Inti dari perayaan Galungan adalah komitmen manusia untuk mampu mengendalikan hawa nafsu yang dapat mengganggu ketenteraman batin dan keharmonisan hidup.

Menariknya, Galungan juga memiliki akar tradisi unik di luar Bali, seperti pada masyarakat Tengger di Jawa Timur. Sebelum asimilasi ritus tahun 1980-an, masyarakat Tengger merayakan Galungan sebagai ritual barikan untuk memberkati desa, air, dan masyarakat setiap 210 hari sekali, sebelum kini dijalankan selaras dengan tata cara Hindu Bali.

Tabel Kalender Lengkap Hari Raya Hindu dan Rangkaian Galungan 2026

Berikut adalah visualisasi jadwal lengkap untuk mempermudah Anda mencocokkan kalender administrasi dengan hari libur fakultatif keagamaan Hindu di tahun 2026.

Rangkaian Kegiatan KeagamaanHari & Tanggal Masehi (2026)Makna Spiritual & Status Regulasi
Sugihan JawaKamis, 11 Juni 2026Penyucian Alam Semesta / Hari Kerja
Sugihan BaliJumat, 12 Juni 2026Penyucian Jiwa Raga / Hari Kerja
Hari Penampahan GalunganSelasa, 16 Juni 2026Pembuatan Penjor & Penyelarasan Nafsu / Libur Fakultatif
Hari Raya GalunganRabu, 17 Juni 2026Puncak Kemenangan Dharma atas Adharma / Libur Fakultatif
Hari Umanis GalunganKamis, 18 Juni 2026Dharma Santi & Tradisi Ngelawang / Libur Fakultatif
Hari Raya KuninganSabtu, 27 Juni 2026Pemasangan Tamiang & Berkat Kemakmuran / Libur Fakultatif

Esensi Kemenangan Jiwa dan Pengendalian Diri

Secara holistik, rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026 bukan sekadar perayaan kultural yang estetik dengan jajaran penjor di pinggir jalan. Rangkaian upacara ini adalah instrumen disiplin spiritual yang mengajarkan manusia untuk menghargai alam melalui Tumpek Wariga, menyucikan lingkungan lewat Sugihan Jawa, serta menakar batasan waktu persembahyangan sebelum siang hari pada ritual Kuningan.

Baca Juga :  Galungan Lagi Berapa Hari? Cek Hitung Mundur Resmi Kalender Bali 2026

Kami memandang bahwa keselarasan ucapan selamat dari lembaga resmi seperti Bimas Hindu Kementerian Agama turut memperkuat ukhuwah dan kedamaian universal antarumat beragama. Kami menyarankan Anda, baik sebagai umat yang merayakan maupun para pelancong, untuk menjaga keheningan batin dan menghormati dresta setempat selama prosesi ritual berlangsung. Selamat menyambut hari kemenangan Dharma dengan hati yang suci dan penuh kedamaian batin.

Sumber Referensi

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Hari raya Galungan jatuh pada tanggal berapa di tahun 2026?

Hari Raya Galungan pada tahun 2026 jatuh pada tanggal Rabu, 17 Juni 2026. Penetapan ini didasarkan pada perhitungan kalender Bali, tepatnya pada hari Budha Kliwon Dungulan.

Apa makna utama dari perayaan Hari Raya Galungan?

Makna utama Hari Raya Galungan adalah merayakan kemenangan Dharma atau kebenaran melawan Adharma atau kejahatan. Selain itu, momen ini menjadi simbol bersatunya kekuatan rohani dalam mengendalikan hawa nafsu.

Kapan Hari Raya Kuningan 2026 dirayakan?

Hari Raya Kuningan 2026 dirayakan pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, tepat sepuluh hari setelah puncak perayaan Galungan. Hari ini menandai kembalinya para dewa dan leluhur ke kahyangan.

Mengapa persembahyangan Hari Raya Kuningan harus selesai sebelum jam 12 siang?

Persembahyangan Kuningan wajib selesai sebelum jam 12 siang karena tradisi meyakini setelah waktu tersebut para dewata dan leluhur telah kembali ke kahyangan, sehingga persembahan setelahnya hanya diterima oleh Bhuta dan Kala.

Kalender365

Penulis Putri Safira

Bio : Influencer Penggerak untuk Tepat Waktu Nasional.