Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag RI), tanggal 1 Rajab 2026 (1 Rajab 1448 H) jatuh pada Kamis, 10 Desember 2026. Adapun periode Rajab pada awal tahun 2026 merupakan kelanjutan bulan Rajab 1447 H yang dimulai sejak Minggu, 21 Desember 2025 hingga Senin, 19 Januari 2026.
Key Takeaways:
- Awal 1 Rajab 1448 H: Jatuh tepat pada hari Kamis, 10 Desember 2026 berdasarkan perhitungan metode hisab dalam Kalender Islam 2026 M.
- Periode Rajab 1447 H (Awal 2026): Dimulai sejak Minggu, 21 Desember 2025 dan berlangsung selama 30 hari hingga berakhir pada Senin, 19 Januari 2026.
- Transisi Menuju Syaban: Pergantian bulan menuju 1 Syaban 1447 H jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026 setelah matahari terbenam di hari sebelumnya.
- Momentum Ibadah Sunah: Sebagai bulan ke-7 dan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan, Rajab menjadi fase latihan spiritual melalui puasa Senin-Kamis serta Ayyamul Bidh.
Penetapan Tanggal 1 Rajab di Tahun 2026 dan Panduan Ibadahnya
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan penanggalan Kalender Hijriah Indonesia 1447–1448 H menggunakan metode hisab sebagai rujukan nasional. Pedoman resmi ini menjadi acuan utama masyarakat Indonesia dalam menentukan waktu pelaksanaan puasa sunah, puasa wajib, hingga peringatan hari besar Islam.
Pencarian mengenai 1 rajab 2026 jatuh pada tanggal berapa membutuhkan ketelitian karena tahun Masehi 2026 memuat dua tahun Hijriah yang berbeda. Umat Islam akan melewati penghujung bulan Rajab 1447 H pada Januari 2026 dan kembali menyambut tanggal 1 Rajab 1448 H pada Desember 2026.
Rincian Kalender Rajab 1447 H dan 1448 H Menurut Metode Hisab
Memahami batas pergantian tanggal antara tahun 1447 H dan 1448 H membantu umat Islam menyusun agenda ibadah secara akurat sepanjang tahun 2026. Berikut adalah tonggak penanggalan krusial bulan Rajab yang berkaitan langsung dengan kalender Masehi 2026:
- Penetapan 1 Rajab 1447 H (21 Desember 2025): Menandai dimulainya bulan ke-7 kalender Hijriah pada penghujung tahun 2025 yang terus berlanjut memasuki bulan Januari 2026.
- Tahun Baru Masehi (1 Januari 2026): Bertepatan langsung dengan tanggal 12 Rajab 1447 H sekaligus menjadi jadwal puasa sunah hari Kamis pertama di awal tahun.
- Malam 27 Rajab 1447 H (16 Januari 2026): Jatuh pada hari Jumat menjelang berakhirnya pekan ketiga di bulan Januari 2026.
- Akhir Bulan 30 Rajab 1447 H (19 Januari 2026): Menggenapkan durasi bulan Rajab menjadi 30 hari penuh yang berakhir tepat saat matahari terbenam pada hari Senin, sebelum memasuki 1 Syaban 1447 H pada Selasa, 20 Januari 2026.
- Penetapan 1 Rajab 1448 H (10 Desember 2026): Menjadi jawaban definitif bagi umat Islam yang mencari tanggal jatuhnya hari pertama bulan Rajab di dalam kalender tahun 2026.
Jenis dan Jadwal Puasa Sunah Rajab Beserta Bacaan Niatnya
Bulan Rajab menawarkan kesempatan luas bagi umat Islam untuk melatih kedisiplinan fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan Syaban serta Ramadan. Anda dapat mengamalkan tiga variasi puasa sunah berikut selama berlangsungnya bulan Rajab:
- Amalkan Puasa Sunah Mutlak Rajab: Laksanakan puasa sunah kapan saja selama bulan Rajab berlangsung, baik satu hari maupun beberapa hari sesuai kemampuan fisik karena ibadah ini tidak memiliki batasan jumlah hari.
- Rutinkan Puasa Senin dan Kamis: Manfaatkan hari diangkatnya amalan manusia dengan berpuasa pada tanggal 22, 25, dan 29 Desember 2025, serta dilanjutkan pada tanggal 1, 5, 8, 12, 15, dan 19 Januari 2026 (periode 1447 H), atau dimulai sejak Kamis, 10 Desember 2026 (periode 1448 H).
- Kerjakan Puasa Ayyamul Bidh: Ikuti anjuran Rasulullah SAW untuk berpuasa tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah (13, 14, dan 15 Rajab 1447 H) yang jatuh pada hari Jumat, 2 Januari, Sabtu, 3 Januari, serta Minggu, 4 Januari 2026.
- Lafalkan Niat Sebelum Fajar: Bacalah niat puasa sunah sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar dengan lafal Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ رَجَتْ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta’ala), yang artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.”
Mengapa Bulan Rajab Muncul Dua Kali dalam Kalender Masehi 2026?
Kebingungan masyarakat saat memeriksa jadwal Rajab 2026 berakar dari perbedaan durasi hari antara kalender Masehi dan kalender Hijriah. Siklus bulan pada penanggalan Hijriah yang lebih pendek membuat bulan Rajab 1447 H dimulai sejak akhir Desember 2025 dan baru tuntas pada pertengahan Januari 2026.
Pergeseran maju sekitar sepuluh hingga sebelas hari setiap tahunnya menyebabkan awal bulan Rajab berikutnya (1448 H) kembali hadir di tahun Masehi yang sama, tepatnya pada 10 Desember 2026. Artinya, umat Islam mendapatkan dua kali momentum pembuka gerbang spiritual menuju Ramadan di sepanjang tahun 2026.
Kedudukan Rajab sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dihormati menuntut kesiapan mental sejak dini. Menjadikan fase Rajab di bulan Januari maupun Desember sebagai ajang pemanasan ibadah akan meringankan adaptasi tubuh saat menjalankan puasa wajib sebulan penuh di bulan Ramadan.
Tahun Masehi 2026 mengapit dua periode bulan haram Rajab sekaligus—yakni paruh akhir Rajab 1447 H pada 1–19 Januari 2026 dan masuknya 1 Rajab 1448 H pada 10 Desember 2026—sehingga umat Islam perlu mencermati tahun Hijriahnya agar tidak keliru menjadwalkan puasa sunah.
Konversi Kalender Lengkap Bulan Rajab 1447 H dan 1448 H di Tahun 2026
Pemetaan konversi tanggal Hijriah ke Masehi sangat diperlukan agar umat Islam dapat menandai jadwal puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh dengan tepat. Tabel di bawah ini merangkum jadwal lengkap bulan Rajab 1447 H beserta tanggal masuknya 1 Rajab 1448 H berdasarkan rujukan Kemenag RI:
| Penanggalan Hijriah | Hari & Tanggal Masehi | Momentum & Jadwal Ibadah Utama |
| 1 Rajab 1447 H | Minggu, 21 Desember 2025 | Hari pertama bulan Rajab 1447 H |
| 2 – 4 Rajab 1447 H | Senin, 22 – Rabu, 24 Desember 2025 | Puasa Sunah Senin (22 Desember) |
| 5 – 8 Rajab 1447 H | Kamis, 25 – Minggu, 28 Desember 2025 | Puasa Sunah Kamis (25 Desember) |
| 9 – 11 Rajab 1447 H | Senin, 29 – Rabu, 31 Desember 2025 | Puasa Sunah Senin (29 Desember) |
| 12 Rajab 1447 H | Kamis, 1 Januari 2026 | Tahun Baru Masehi & Puasa Sunah Kamis |
| 13 Rajab 1447 H | Jumat, 2 Januari 2026 | Puasa Sunah Ayyamul Bidh Hari Ke-1 |
| 14 Rajab 1447 H | Sabtu, 3 Januari 2026 | Puasa Sunah Ayyamul Bidh Hari Ke-2 |
| 15 Rajab 1447 H | Minggu, 4 Januari 2026 | Puasa Sunah Ayyamul Bidh Hari Ke-3 |
| 16 – 18 Rajab 1447 H | Senin, 5 – Rabu, 7 Januari 2026 | Puasa Sunah Senin (5 Januari) |
| 19 – 22 Rajab 1447 H | Kamis, 8 – Minggu, 11 Januari 2026 | Puasa Sunah Kamis (8 Januari) |
| 23 – 25 Rajab 1447 H | Senin, 12 – Rabu, 14 Januari 2026 | Puasa Sunah Senin (12 Januari) |
| 26 – 29 Rajab 1447 H | Kamis, 15 – Minggu, 18 Januari 2026 | Puasa Kamis (15 Januari) & 27 Rajab (16 Januari) |
| 30 Rajab 1447 H | Senin, 19 Januari 2026 | Akhir Rajab 1447 H & Puasa Sunah Senin |
| 1 Syaban 1447 H | Selasa, 20 Januari 2026 | Awal masuknya bulan Syaban 1447 H |
| 1 Rajab 1448 H | Kamis, 10 Desember 2026 | Hari pertama bulan Rajab 1448 H di akhir 2026 |
Langkah Persiapan Terbaik Menyambut Momentum Bulan Rajab
Kepastian jadwal Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kemenag RI memberikan kejelasan penuh bagi umat Islam dalam merencanakan ibadah sepanjang tahun 2026. Baik saat menjalani sisa hari Rajab 1447 H di bulan Januari maupun ketika menyambut 1 Rajab 1448 H pada 10 Desember 2026, keduanya merupakan jembatan spiritual yang berharga menuju bulan suci Ramadan.
Dari sudut pandang praktis, jika Anda memprioritaskan konsistensi ibadah di tengah padatnya aktivitas kerja harian, maka fokuslah pada penggabungan jadwal puasa sunah yang paling terukur. Kami menyarankan Anda untuk memulainya tepat pada Kamis, 10 Desember 2026 (saat 1 Rajab 1448 H bertepatan langsung dengan jadwal puasa Kamis), lalu mengunci jadwal tiga hari puasa Ayyamul Bidh di pertengahan bulan agar ritme fisik Anda terbentuk secara bertahap tanpa memaksakan diri.
Sumber Referensi
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1 Rajab 1448 H jatuh pada tanggal berapa di akhir tahun 2026?
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI melalui perhitungan metode hisab, tanggal 1 Rajab 1448 H jatuh tepat pada hari Kamis, 10 Desember 2026. Penetapan resmi ini menjadi pedoman utama bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai rangkaian ibadah dan puasa sunah di penghujung tahun.
Sampai tanggal berapa bulan Rajab 1447 H berlangsung pada awal 2026?
Bulan Rajab 1447 H yang dimulai sejak Minggu, 21 Desember 2025 berlangsung genap selama 30 hari dan berakhir pada Senin, 19 Januari 2026 saat matahari terbenam. Keesokan harinya, tepatnya pada hari Selasa, 20 Januari 2026, umat Islam secara resmi memasuki tanggal 1 Syaban 1447 H menuju persiapan bulan Ramadan.
Kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada bulan Rajab 1447 H?
Ibadah puasa sunah Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Rajab 1447 H dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 13, 14, hingga 15 Rajab. Jika dikonversikan ke dalam penanggalan Masehi, jadwal puasa sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW tersebut jatuh pada hari Jumat, 2 Januari hingga Minggu, 4 Januari 2026.
Bagaimana bacaan niat puasa sunah Rajab dan aturan jumlah harinya?
Lafal niat puasa Rajab yang dibaca sejak malam hari hingga sebelum fajar adalah Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta’ala, yang artinya aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT. Ibadah ini tidak memiliki batas jumlah hari tertentu sehingga bebas diamalkan sesuai kemampuan fisik masing-masing umat Islam.
